Get me outta here!

Kamis, 13 Agustus 2020

Essay (Prospek Bisnis di Kala Pandemi Covid-19)

 Prospek Bisnis di Kala Pandemi Covid-19

Awal tahun 2020 dunia tak terkecuali Indonesia digemparkan oleh suatu penyakit dengan virus pembawanya bernama Covid-19 (Corona Virus Disease). Virus ini berkembang sangat cepat dengan penularannya melalu droplet (percikan air dari tubuh) seorang penderitanya. Akibatnya dalam sekejap hanya hitungan sebulan virus ini menyebar ke seluruh dunia, juga Indonesia. Selain itu yang membuat khawatir dari virus ini juga dapat merusak organ tubuh terutama paru-paru penderitanya, orang tua dan orang yang punya penyakit bawaan rentan dengan virus ini, sebab virus ini sebenarnya mematikan.

Saat ini Covid-19 tidak dapat diabaikan lagi, semakin hari semakin tinggi statistik pasien terkonfirmasi Covid. Seperti pertanggal 10 Juni 2020 di Indonesia telah mencapai 33.076 pasien dengan positif Covid-19. Akibat virus ini juga berdampak pada dunia pendidikan, sosial, budaya, politik, ekonomi, bahkan ibadah. Berbagai negara menerapkan lockdown dalam menimimalisir penyebaran Covid-19 seperti China, Italia, Spanyol, dll. Di Indonesia sendiri tidak menerapkan lockdown namun, Indonesia menerapkan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Sebab pemerintah masih khawatir lockdown akan berdampak sangat buruk bagi Indonesia, terutama bidang perekonomian dan perindustrian.

PSBB memberikan dampak bagi masyarakat seperti yang bersekolah untuk tetap di rumah, yang bekerja juga harus memindahkan pekerjaannya ke rumah (work from home). Itu dilakukan agar tetap jaga jarak fisik (physical distancing). Hal ini mudah saja jika ia seorang PNS dan pekerja kantoran, mereka juga akan tetap mendapatkan bayaran dari perkerjaannya. Sayangnya, tidak semua perusahaan mampu bertahan, banyak  juga perusahaan yang mengalami kebangkrutan (bankruptcy) dan pemecatan pegawai demi mempertahankan perusahaannya. Dikutip dalam Buletin Hukum & Keadilan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, tak hanya industri yang terganggu, pandemi COVID-19 juga akan menambah pengangguran. Ia memprediksi, dalam skenario berat potensi pengangguran akan bertambah 2,92 juta orang dan bisa bertambah sangat besar bisa mencapai 5,23 juta.

Selain itu juga akan banyak investor asing yang menjual sahamnya, maka indek harga saham gabungan (IHSG) menjadi turun drastis.  Hal ini akan menyebabkan Indonesia panic dalam pasar keuangan global (Yunus & Rezki, 2020).

Prospek Bisnis dalam Hiruk Pikuk Pandemi Covid-19 di Tengah Era Revolusi Industri 4.0

Walaupun pandemi sedang menguasai dunia, tetap sebagai manusia harus bertahan hidup bagaimana caranya. Banyak masyarakat yang diPHK hingga para pedagang yang gulung tikar. Covid juga tidak hanya memberikan dampak negatif saja bagi masyarakat, juga dampak positif yaitu keuntungan untuk perusahaan kebersihan, maupun perusahaan kesehatan.

Pertama, perusahaan sabun cuci tangan, hand sanitizer, tissue basah, disenfektan. Barang-barang itulah yang krusial di masa pandemi ini, sebab kita dituntut untuk hidup sehat dan bersih. Ditambah lagi saat ini kita telah memasuki normal baru (new normal), mau tidak mau harus tetap bertemu dengan banyak orang. Menurut CEO & CO SIRCLO, penjualanan pada bulan Maret pada hand sanitizer  meningkat 585%, tissue basah 587%, dan sabun cuci tangan 355%, vitamin 242% (Rohmah, 2020).

Kedua, perusahaan farmasi dan masker. Masa new normal yang akan kita jalani, masker menjadi barang yang krusial. Nilai saham vaksin pada Inovio meningkat hingga 42%. Penjualanan masker dengan merk Unicharm mengalami peningkatan hingga 10x lipat atau 1000%, masker Kowa meningkat 90%, masker Sensi pun sama hingga 1000% (Rohmah, 2020).

Ketiga, perusahaan ventilator, Mindray Bio-Medical Electroics Co dengan peningkatan saham sebanyak 41% (Rohmah, 2020).

Bagi masyarakat yang terkena dampak negatifnya dalam sektor ekonomi, harus tetap survive. Oleh sebab itu masyarakat harus memiliki strategi bisnis agar tetap dapat bertahan dalam situasi pandemi ini. Jalan keluar yang mungkin bisa ditempuh:

1.      Membuka usaha makanan atau minuman rumahan. Makan dan minum adalah kebutuhan primer manusia, jadi pasti sangat dibutuhkan semua orang. Agar tetap physical distancing dan tidak berkerumunan guna memanfaatkan Era 4.0, makanan dan minuman tersebut bisa dimasukan kedaftar aplikasi ojol untuk makanan seperti G* Food dan Gr*b Food, atau bisa juga langsung antar jemput.

2.      Jika kurang memiliki keahlian memasak, tetap jangan khawatir. Anda bisa mencari pemasok (supplier) makanan beku (frozen food) seperti sosis, nugget, dimsum, dll. Makanan ini jauh lebih bisa bertahan sehingga dapat didistribusikan keluar daerah dengan ekspedisi. Mengiklankannya pun bisa melalui market place seperti Sh*ope, Tok*pedia, Lazad*, maupun fitur makanan di aplikasi ojek online (Rohmah, 2020).

3.      Sebagaimana kita tahu sempat melonjaknya harga masker dan hand sanitizer di pasaran serta kelangkaan kedua benda tersebut. Harga masker bisa naik hingga 14 kali lipat dari biasanya, padahal masker dan hand sanitizer memiliki barang substitusi dan dapat ditiru oleh banyak orang. Misalnya masker, Anda dapat membuatnya sendiri yang kemudian didistribusikan di online market place, masker pun tidak memerlukan modal yang banyak.

4.      Jika memiliki keahlian dalam menjahit, bisa membuka usaha APD hazmat dengan harga yang sewajarnya sekaligus membantu para tenaga medis juga yang sedang berjuang.

5.      Bagi yang masih memiliki stok barang tekstil pakaian, celana, dll di toko offline dapat memasarkannya di online shop.

Lambat laun masyarakat mulai merubah pola belanjanya, dari yang senang berbelanja offline kini menjadi online. Apalagi di era revolusi industri 4.0 yang semakin mempermudah masyarakat dalam bertransksi. Masyarakat kini dimanjakan dengan berbagai metode pembayaran yang menggiurkan dengan berbagai promo yang ditawarkan.

Metode pembayaran yang sedang digandrungi ialah seperti dompet elektronik (e-wallet) seperti DAN*, OV* ; kredit virtual (virtual credit) seperti AkuL*ku ; pembayaran di ponsel (M-banking/ Mobile Payment) ; dan lain sebagainya (Siti Nur Fatoni, Cucu Susilawati, Lina Yulianti, 2020).

Di sisi lain juga ada para pedagang asongan yang tetap harus bertahan. Mereka harus melihat peluang yang ada disekitarnya serta mematuhi aturan-aturan baru di masa pandemi ini. Para pedagang asongan perlu memperhatikan  transportasi yang digunakan dan juga tetap waspada untuk tetap physical distancing. Memperhatikan juga apa yang dibutuhkan konsumen (Ni Wayan Ari Sudiartini, Ni Luh Kardini, 2020).

Masa pandemi Covid-19 ini, masa yang sulit bagi perekonomian Indonesia maupun dunia. Tetap sebagai manusia harus optimis untuk bertahan hidup, tidak mudah menyerah, tetap percaya diri, dan selalu berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa, yakin pandemi ini akan segera berakhir.


Daftar Pustaka

Ni Wayan Ari Sudiartini, Ni Luh Kardini, P. A. M. & N. L. P. S. (2020). Strategi Bisnis Pedagang Kaki Lima Pada Masa Social Distancing Di Kota Denpasar. E-Journal Binawakya, 14(11), 3389–3394. https://doi.org/doi.org/10.33758/mbi.v14i10.562

Rohmah, S. N. (2020). Adakah Peluang Bisnis di Tengah Kelesuan Perekonomian Akibat Pandemi Coronavirus Covid-19 ? SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syar-I, 4(1), 63–74. https://doi.org/10.15408/adalah.v4i1.15448

Siti Nur Fatoni, Cucu Susilawati, Lina Yulianti, I. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Perilaku Konsumen dalam Penggunaan E-Wallet di Indonesia. Digilib.Uinsgd.Ac.Id, 4. http://digilib.uinsgd.ac.id/30953/

Yunus, N. R., & Rezki, A. (2020). Kebijakan Pemberlakuan Lock Down Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(3), 234. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i3.15083

Sabtu, 09 Desember 2017

PANTUN

Gif



Pantun dan Contoh


1.  Pantun Suka Cita                               

1.1  Bawa duku dari Kota Batu
       Bawa nangka ke pinggir pantai
       Anak dahulu mainnya gundu
       Anak sekarang pegangnya gawai

1.2  Malam-malam duduk di teras
       Ada cicak jatuh kebawah
       Jika aku juara kelas
Bapak ibu beri hadiah

1.3  Pulang kampung selalu dikenang
 Kampungnya di Pekanbaru
 Siapa juga bila tak senang
 Jika kita punya adik baru

1.4  Ladang timun diincar kancil
       Petani timun masang jebakan
       Tak terlupakan masa kecil
       Naik delman bersama kawan



2.  Pantun Duka Cita

2.1  Bujang itu bawa perisai
       Perisai nya dari Pamulang
       Lara ini tak pernah usai
       Sebab Ibu telah berpulang


3.  Pantun Jenaka


4.  Pantun Teka – Teki

4.1  Jalan – jalan saat berlibur
       Pulang – pulang naik mobilnya
       Jatuh tersungkur polisi tidur
       Polisi tidur kapan bangunnya ?


5.  Pantun Nasib atau Dagang            

5.1  Dari Cileungsi ke Kota Medan
       Jangan lupa membeli madu
       Bapak pergi keperantauan
       Nasib tahan lapar dan rindu


6.  Pantun Perkenalan

6.1  Aku pergi membeli beras
       Kamu datang membawa jamu
       Ada kupu – kupu terbangnya bebas
       Kupu malam dimana rumahmu ?



7.  Pantun Kasih – Kasihan


8.  Pantun Cinta

8.1  Lima bulan tak bertemu
        Niat hati ingin melupakan
        Cintailah orang tuamu
        Kebahagiaan ada dipangkuan



Gif



9.  Pantun Persahabatan


10.  Pantun Perceraian


11.  Pantun Iba Hati


12.  Pantun Nasihat

12.1  Ada kerbau main di lumpur
Datang itik jatuh tertimpa
Masih hidup kita bersyukur
Iri dengki tak akan jumpa


13.  Pantun Agama

13.1  Ada buperta tempat berkemah
Jalan kesana dengan tergontai
Kalau memang kamu muslimah
Lantas hijab wajib dipakai


14.  Pantun Adat

14.1  Jalan – jalan ke Antartika
Minumnya air kelapa
Kalau kita bertatap muka
Bolehlah saling menyapa


15.  Pantun Pendidikan


16.  Pantun Kepahlawanan

16.1  Waktu memang tak bisa berkata
 Angin juga tak bisa berjalan
 Walau musuh di depan mata
 Ayo kita beri pelajaran


17.  Pantun Politik

17.1  Malam hari menahan haus
 Menahan haus karena amarah
 Banyak orang berambisius
 Padahal hanya sebangku lurah


18.  Pantun Sindiran

18.1  Adik kecil main mainannya
 Disuruh mandi sama si bunda
 Gadis itu manis mukanya
 Sebab ia bermuka dua





URS

Selasa, 05 Desember 2017

Resensi Novel Serambi Mujahid Mesopotamia


Jihad bersama Mawar

Judul buku: Serambi Mujahid Mesopotamia (pergulatan jiwa dan cinta seorang pejuang)
Pengarang: Yoki R. Sukarjaputra
Penerbit: Mizania
Tahun terbit: 2010
Jumlah hal: 248

Perang adalah hal yang tidak diinginkan setiap orang. Akan tetapi, terkadang kita juga harus mempertahankan hak kita terutama agama, karena sesungguhnya semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah nanti. Seperti yang banyak kita ketahui negara di Timur Tengah tengah gencar-gencarnya gencatan senjata dengan tentara asing khusunya Amerika Serikat yang telah lama memusuhi Islam.

Hal itu dapat dengan mudah kita lihat gambarannya pada novel karya Yoki R. Sukarjaputra yang berjudul Serambi Mujahid Mesopotamia. Yoki Rakaryan Sukarjaputra, lahir di Bandung Februari 1967 ini sudah gemar menulis sejak duduk dibangku menengah pertama, yang kemudian mengarahkannya untuk menekuni ilmu jurnalisme di Universitas Padjajaran Bandung dan tercapai pada tahun 1989. Sampai saat ini, penulis masih setia sebagai jurnalis dalam surat kabar terkemuka dan karya-karya tulisnnya banyak dimuat dibeberapa buku. Profesi sebagai jurnalis membawa penulis mendapat kesempatan mengunjungi 20 negara di lima benua.

Seorang mujahid bernama Reihan menaruhkan hidup dan matinya sebagai pejuang di tanah Irak demi melupakan masa lalunya yang suram akibat kehilangan seluruh anggota keluarganya karena tsunami Aceh 2004. Saat itu Reihan sedang berkuliah di Yaman dan disitu pula Reihan bertemu dengan Yusuf. Yusuf sekarang terlihat kaya raya karena hasil jerih payah berjihad di Irak dan Yusuf pula yang telah memperkenalkan Reihan dengan Zaiman ketua kelompok pejuang. Reihan pun tertari dengan tawaran Yusuf dengan alasan jika dia ingin melupakan masa lalunya. Saat berjihad pun Reihan dan Zaiman berpindah dari satu tempat ke tempat lain untu bersembunyi dari tentara AS atau biasa dipanggil oleh para pejuang yaitu Belang. Suatu ketika disaat Reihan, Ilham, Mehzan, Mahmud, dan Tozadeq sedang bersembunyi di bawah tanah tiba-tiba tank si belang melewati atas dan mereka tertimpa malang nasib Mahmud yang tewas seketika, Reihan bqru sadar betapa mudah tewas ditempat seperti ini. Suatu hari ketika Reihan dan kawan-kawan sedang di Aqabah mereka bertemu wanita cantik bernama Salwa dengan perwakan yang tidak begitu tinggi dan lincah. Reihan menaruh hati pada gadis itu, malang Reihan bertemu gadis itu di medan perang hanya 3 hari sampai masa kontrak Reihan habis pun ia belum ketemu Salwa. Setelah 3 tahun akhirnya Reihan dipertemukan kembali oleh Salwa di Mekkah.

Dalam novel tersebut memuat tema yang menarik yaitu perjuangan. Seorang pria yang memperjuangkan sebuah negara dan seorang wanita. Terbukti pada contoh halaman 183 dan 184. Alurnya pun maju mundur tapi tidak menyulitkan kita dalam berpikir. Terbukti pada contoh halaman 13,19,20. Penempatan latar juga dibuat menarik dan tidak menyulitkan seperti beberapa tempat yang  berada Padang Pasir Irak contoh halaman 13,14, kemudian Tanah Suci Mekkah "kupustuskan saja untuk mendoakan mereka contoh halaman 36. Kecamatan Al Rutbah.
Sementara itu waktunya juga berbeda-beda contoh pada pukul 04.10. Suasana dalam novel pun berbeda beda ada yang menegangkan contoh pada halaman 147, menyenangkan contoh pada halaman 100, 102, menyedihkan 244, 181, mengharukan 242. Semua diuraikan dengan jelas tanpa harus pembaca banyak berpikir.

Pada novel ini juga sangat jelas menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama terbukti pada halaman 13 dan masih banyak lainnya. Gaya bahasa pun sangat mudah dimengerti dan dipahami. Pesan dan amanat sangat banyak tersirat pada novel ini seperti pada contoh halaman 126, 127 yang mengajarkan bahwa kita harus mensyukuri hidup kita didunia dan jangan disia siakan karena sesungguhnya masih banyak yamg lebih kesusahan daripada kita.

Nilai agama sangat kental dalam novel ini dan sangat cocok dibaca oleh kita yang religius. Terbukti pada contoh halaman 137, 138, 139. Yang menggambarkan bahwa si tokoh utama menyuruh  wartawan membaca al-Qur'an. Selain itu juga ada nilai moral yang terkandung 185 yang menjelaskan tentang orang-orang AS membantu para korban tsunami Aceh. Nilai sosial pun juga ada dalam novel ini pada contoh halaman 224-229 yang menjelaskan tentara AS membuat rumah bagi pengungsi korban tsunami Aceh.

Namun dibalik banyaknya keunggulan yang tersedia sangat disayangkan tidak didukung oleh cover buku yang menarik atau dibilang cover buku tidak menarik dan kertasnya pun kurang menarik karena memakai kertas buram.

Begitulah pesan dari novel Serambi Mujahid Mesopotamia ini yang banyak mengandung amanat dan nilai untuk kita jadikan teladan dari seorang pejuang yang sebatang kara. Walaupun hidupnya seb atang kara tapi dia tidak menyerah dalam hidupnya.

Buku ini sangat layak dibaca bagi pecinta cerita perang dan yang punya rasa pengetahuan besar mengenai apa saja yang terjadi pada perang di Timur Tengah. Selain itu, dengan membaca buku ini kita bisa lebih menghargai perjuangan mujahid dan mujahidah.

Minggu, 03 Desember 2017

Resensi Novel Aisyah Putri ( My Pinky Moments)




Rasa Penasaran Aisyah dengan Valentine


Judul buku: Aisyah Putri ( My Pinky Moments)
Pengarang: Asma Nadia
Tahun terbit: 2006
Jumlah hal: 194 hal
Penerbit: PT. Lingkar Pena Kreativa

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakain kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jelajahan Kota Roma sembari membawa potongan –potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah. Secara harfiah valentine bukanlah budaya Indonesia apalagi Islam, dan perayaan valentine adalah haram hukumnya. Akan tetapi sangat disayangkan di Indonesia pun masih banyak remaja yang belum mengetahui hal tersebut, pun itu pemerintah berusaha agar setiap sekolah memberi pengarahan kepada siswa-siswinya, karena valentine juga yang menimbulkan hubungan seks bebas dikalangan remaja.

Asma Nadia merupakan anak kedua dari pasangan Amin Usman yang berasal dari Aceh dan Maria Eri Susanti yang merupakan mualaf keturunan Tionghoa dari Medan. Ia memiliki seorang kakak bernama Helvy Tiana Rosa, dan seorang adik bernama Aeron Tomino. Mereka bertiga menekuni minat mereka menulis sebagaimana sang kakek dari pihak ayah yaitu Teuku Muhammad Usman El Muhammady.

Ia menikah dengan Isa Alamsyah yang juga seorang penulis. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak yang bernama Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra Firdaus. Anak mereka juga menekuni karier sebagai penulis. Asma tetap aktif mengirimkan tulisannya ke majalah Islam. Sebuah cerpennya yang berjudul Imut dan Koran Gondrong pernah meraih juara pertama Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan majalah Aninda pada tahun 1994 dan 1995.

Selain menulis cerita fiksi, ia juga aktif menulis lirik lagu. Sebagian lirik lagunya terdapat di album Bestari I (1996), Bestari II (1997), dan Bestari III (2003), Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Ilahi, dan Kaca Diri. Ia pernah mengikuti Pertemuan Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam, bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Dari hasil kegiatan kepenulisan Mastera, ia menghasilkan novel yang berjudul Derai Sunyi. 


Karya-karya lainnya yaitu: Salon Kepribadian, Derai Sunyi, novel yang mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta, Cinta Tak Pernah Menari, kumpulan cerpen yang meraih Pena Award, Rembulan di Mata Ibu (2001), novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional,, Dialog Dua Layar, novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002, 101 Dating: Jo dan Kas, novel yang meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005,Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller,Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci yang diadaptasi menjadi film Emak Ingin Naik Haji dan sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah, Jilbab Traveler, Aisyah Putri, dan sebainya.


Buku novel My Pinky Moments ini sebuah novel karangan penulis terkenal Asma Nadia. Beliau telah banyak sekali mengarang buku novel serta cerpen. Semua buku-buku yang dikarangnya sangat bagus dan menarik, serta bercerita islami.
Puput dan keempat sahabat jilbabernya itu binggung, kenapa orang-orang harus merayakan dan menganggap tanggal 14 february sebagai hari kasih sayang. Padahal hari kasih sayang itu datang setiap hari. Kebinggungan itu jadi bertambah saat Mr. Penyair mengirim surat kepada puput untuk datang ke acara valentine di sekolah. Pun begitu Aisyah tahu bahwa valentine tidak ada dalam Islam.
Tidak hanya itu, Elisa salah satu dari keempat jilbaber –seorang mantan model- diberi surat ancaman dari seseorang yang pernah menyakiti hatinya, mengancam akan bunuh diri bersamanya. Tetapi karena kesetiaan dari ke-3 jilbaber lainnya, dan bantuan dari keempat abang Puput tersebut, Elisa akhirnya dapat diselamatkan. Di dalamnya juga disuguhkan tentang kasih sayang antar anggota keluarga.Dia merasa perhatian kakak-kakaknya pudar ketika menyambut hari Valentine.

Aisyah Putri adalah anak bungsu dan mempunyai empat orang kakak laki-laki semua. Yang pertama bernama Vincent,anak kedokteran yang keras banget belajar, dia bertubuh tinggi kurus. Kedua bernama Harap, ia berkepala gundul dan suka memakai aksesoris. Ketiga Hamka, jago banget dalam hal membongkar-bongkar barang elektronik rusak. Yang keempat bernama Idwar atau Iid,suka memasak, beres-beres, serta hobi beladiri. Aisyah sangat menyayangi mamanya. Ia juga mempunyai empat orang sahabat yaitu geng jilbaber yang terdiri dari Elisa, Linda, Retno,dan Icha.

Tema dalam novel ini disuguhkan dengan menarik, dimana penulis mengajarkan valentine bukanlah budaya Islam dan Indonesia, kalimatnya pun dibuat kekinian tanpa ada rasa menggurui. Jika temanya menarik, maka sama halnya dengan alur yang dibuat maju sehingga tidak membingungkan pembaca dan membuat penasaran. Latar berada di Ini dikisahkan di sekolah (hal 31, 35: “Aisyah dan Linda duduk di kantin. Menghadap ke lapangan basket sekolah.”), dirumah Aisyah (hal 1), di rumah Elisa,rumah Linda, rumah Icha, di mal. Suasana dan waktu dibuat berbagai macam seperti kehidupan normal sehari-har, walaupun suasana diawal cerita sedih tetapi cerita ini berakhir dengan kebahagiaan.
Karakter dalam novel ini dibuat dengan jelas dan menari sepert Aisyah Putri disini dibuat dengan watak sangat penasaran (hal 10, 11: kenapa harus pink sih?), disini juga dijelaskan karakter-karakter lainnya seperti keempat kakak Aisyah, lewat penggambaran penceritaan langsung dibagian prolog (hal 2,3,4) seperti salah satunya mengutip “…. Hamka sering bikin Mama megap-megap .  Soalnya doi sering eksperimen dengan berbagai peralatan elektronik.” Teman aisyah juga digambarkan jelas karakternya (hal 38: “…. Icha memang sensi.” Dan masih banyak lainnya.

Sudut pandangnya memakai sudut pandang orang ketiga pelaku utama (hal 35: “Aisyah dan Linda duduk di kantin. Menghadap ke lapangan basket sekolah.” Gaya bahasa dalam novel ini menggunakan bahasa yang kekinian remaja pada zamannya, akan tetapi mungkin bagi beberapa orang kurang mengerti dengan bahasa asing yang terkandung dalam novel tersebut (hal 8: “Nggak mungkin ada cowok yang mau ngasih cokelat ke kamu, Lin! Trully Impossible!”  Banyak sekali pesan dan amanat yang terkandung dalam novel ini, terutama novel ini mengajarkan kita khususnya kaum remaja agar tidak mengikuti budaya barat yaitu merayakn hari valentine, yang jelas-jelas bukan dari budaya ketimuran kita di Indonesia ini. Novel ini juga memaparkan mengenai apa itu hari valentine, mengapa dilarang dalam agama yang dijelaskan dengan sejarah-sejarah dari berbagai macam sumber seperti pada halaman 177-180.

Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam novel sebagai peljaran hidup yang baik yang digambarkan dengan jelas seperti nilai moral yang terkandung  sangatlah banyak seperti pada halaman 61, dimana karakter elisa mantan model yang tidak pernah sombong, bahkan Elisa alergi shopping. Nilai agama pun dalam novel ini sungguh kental seperti pada halaman 94 “tapi valentine kan gak Islami!”, nilai budaya pun tak luput dari perhatian seperti pada halaman 35 “Ini memang budaya luar, bukan budaya Islam, juga tradisi negeri sendiri”. Nilai sosial pun ada terkutip pada halaman 99 “PInoy berusaha sopan, meski hatinya deg-degan”.

Begitulah banyaknya pesan yang terkandung dalam Novel Aisyah Putri (My Pinky Moments) tentang bagaimana valentine yang masih membudaya di Indonesia padahal itu adalah budaya barat yang tak beradab. Akan tetapi, novel ini juga menjelaskan sejarah-sejarah valentine yang suram agar kita paham. Buku ini layak untuk dibaca, khususnya kalian kaum remaja yang sedang pubertas, yang sedang mencari jati dirinya agar tidak tersesat dijalan yang salah, dan terus mengikuti ajaran yang Haq dan budaya ketimuran yang kita miliki di tanah air ini.

biography source